Pages Navigation Menu

Legend are Lesson

Kertonegoro

Kertonegoro

Siapakah Kertonegoro ?

Dibutakan oleh kurang pergaulan dan lupa bertanya membawa kesesatan dalam informasi.

Sudah setahun yang lalu sejak tamu orang Ngawi di rumah Pakde Priyo (Ganyot) bertandang, ketika disebutkan nama Kertonegoro saat itu seharusnya saya tidak perlu terkejut.

Seharusnya saya sadar terminal bis Kertonegoro di Ngawi bukan tanpa alasan menggunakan nama tersebut.

Jika belum waktu dan belum cukup maka tiada pula itu pengetahuan datang …

Beberapa minggu lalu ada permintaan pakde untuk menelusuri leluhur Pak Prabowo…eh kok dilalah nemu tulisan seperti ini di http://kanzunqalam.wordpress.com :

kanzunqalam2

http://kanzunqalam.wordpress.com/

Terlihat bahwa Kertonegoro ada 3 dan keturunan dari Pakubuwono I, setelah saya tanya admin web ini dia mengatakan sumber silsilah itu adalah http://id.rodovid.org/wk/Orang:611189 :

kertonegoromangkupraja

Jadi jika semua sumber valid maka valid juga tulisan ini. Hal ini sesuai dengan tulisan di lembar silsillah Soemodidjoyo (Catatan – catatan) sebagai berikut :kertonegorofi

Saya rasa sangat berkesesuaian dengan kutipan web diatas.

Hanya saja pada kutipan soemodiwirdjan.org tidak dituliskan Gusti Raden Ayu (isteri Raden Tumenggung Mangkupradja) putri dari PB I.

Selanjutnya saya menemukan kisah berikut ….tentang Adipati Kertonegoro yang juga berkesesuaian dengan soemodiwirdjan.org dari sudut pandang lokasi atau tempat tinggal. Sebuah hikayat Desa Gendigan di Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi.

Kisah lengkap dapat dilihat di situs Desa Gendingan.

Kertonegoro yang di maksud dalam hikayat Desa Gendingan ini berbeda dengan data diatas ….tersebutlah Ki Ageng Jogorogo yang mendapat hadiah harta dan seorang isteri dari Raja (Kartasura), Isteri itu sebenarnya sedang mengandung anak Raja yang kemudian dipelihara seperti anaknya sendiri dan diberi nama Kertonegoro atau (Kanjeng Raden Tumenggung Anom) KRTA Arya Kertonegoro.

Dari pembahasan penulis di Desa Gendingan didapat penelaahan yang kritis bahwa pada saat itu Kartasura sudah terpecah oleh perjanjian Giyanti dan saat itu Raja yang mungkin menaungi wilayah tersebut adalah Hamengkubuwana V dibuktikan dengan “Surat Piagam Sultan Hamengkubuwono V tertanggal 10 Nopember 1828 yang menyebutkan Ngawi sebagai bagian dari wilayah kekuasaannya”.

Tapi menurut saya bisa saja bukan Raja Yogyakarta yang memberi hadiah bisa saja Keraton Surakarta karena secara geografis lebih dekat ke Surakarta dibanding Ke Yogya.

Di Desa Gendingan dituliskan ada pendapat yang menolak Kertonegoro sebagai Bupati Ngawi, tapi data otentik saya dari Regeerings Almanac tahun 1834 – 1836 tertulis :

bupatingawi

sedangkan sebelumnya beliau menjabat Bupati Poerwodadi :

bupatipoerwodadiDan tahun 1837 sebagai Bupati Magetan. Jadi benar adanya Adipati Kertonegoro adalah Bupati Ngawi pada tahun yang dimaksud.

bupatimagetan

Saya tidak tahu saat menjabat Bupati ini umur beliau berapa tapi jika kira – kira 40 tahun maka beliau lahir tahun…..1797 an.

Mengapa berhitung umur ? agar dapat diketahui pada masa Raja siapa beliau lahir, seperti yang dikatakan dalam Hikayat Desa Gendingan tersebut… dimana Ki Ageng Jogorogo memelihara anak Raja.

Faktanya :

  1. Perjanjian Giyanti tanggal 13 Februari 1755
  2. Pakubuwana meninggal 1719
  3. Perkiraan lahir Adipati Kertonegoro 1790 – 1800
  4. Hamengkubuwana V hidup 24 januari 1820 – 1855 (menanggapi tulisan di Desa Gendingan)

Menurut saya Adipati Kertonegoro adalah anak dari salah seorang cucu Pakubuwana I yang menikah dengan dengan Raden Mangkupraja.

Mungkin bukan Prabu Amangkurat IV yang menurunkan Adipati Kertonegoro tapi salah satu dari :

  1. Pangeran Blitar [Pakubuwono]
  2. Raden Suryokusumo [Pakubuwono]
  3. Pangeran Dipanegara Madiun [Pakubuwono]
  4. Pangeran Purbaya [Pakubuwono]
  5. Kyai Adipati Nitiadiningrat I Raden Garudo (groedo) [Pakubuwono]
  6. Raden Ayu Himpun [Pakubuwono]
  7. Raden Ayu Lembah [Pakubuwono]
  8. Prabu Amangkurat IV (Mangkurat Jawi) [Mataram] d. 20 April 1726
  9. Raden Mas Sengkuk [Mataram]
  10. Pangeran Diposonto / Ki Ageng Notokusumo [?]

Dan karena dikatakan (Hikayat) Ki Ageng Jogorogo putra dari Pangeran Purbaya (keturunan Raden Patah Demak) padahal jika kita googling nama Pangeran Purbaya ada 3 yang pertama dari Mataram, kedua dari Banten dan ketiga Kartasura.

Sehingga saya cenderung mengatakan Pangeran Purbaya yang di maksud adalah Pangeran Purbaya dari Kartasura Putra dari Pakubuwana I.

Jika hal ini benar maka nyambung tuh….karena berarti Ki Ageng Jogorogo mengasuh keponakannya sendiri.

Dan ibu dari Adipati Kertonegoro yang menikah dengan Raden Tumenggung Mangkupraja semestinya salah satu dari isteri dibawah ini yang diberikan ke Ki Ageng Jogorogo (dalam keadaan hamil):

  1. Pangeran Blitar [Pakubuwono]
  2. Raden Suryokusumo [Pakubuwono]
  3. Pangeran Dipanegara Madiun [Pakubuwono]
  4. Kyai Adipati Nitiadiningrat I Raden Garudo (groedo) [Pakubuwono]
  5. Prabu Amangkurat IV (Mangkurat Jawi) [Mataram] d. 20 April 1726
  6. Raden Mas Sengkuk [Mataram]
  7. Pangeran Diposonto / Ki Ageng Notokusumo [?]

Salah satu yang berkuasa di daerah Ngawi dan sekitarnya.

Leave a Reply